Citarum, Kalimantan world’s most polluted

Pollution?: What pollution? Residents wash their laundry while an athlete practices for the 2013 Riverboarding World Championship in Citarum River, West Java, on Nov. 5. Environmental activists have identified Citarum as one of the most heavily polluted rivers in the world. (JP/Arya Dipa)

Citarum River in West Java and the entire island of Kalimantan are among the world’s 10 most polluted places alongside Chernobyl in Ukraine, says an annual report by environmental organization Green Cross Switzerland and international nonprofit organization Blacksmith Institute.

The report, The World’s Worst 2013: The Top Ten Toxic Threats, published on Monday, also said that around 200 million people in the world had been exposed to toxic pollution, which could lead to various health risks, including cancer.

Citarum River, which provides 80 percent of surface water to Jakarta and irrigates farms that supply 5 percent of Indonesia’s rice, was among the most polluted due to hazardous industrial waste.

Textile factories in Bandung and Cimahi were found to be the major toxic waster contributors to the river that was also judged the dirtiest river in the world in 2007.

As for Kalimantan, the report said that much of the pollution there had come from the vast small-scale gold mining in the area that utilized mercury in the gold extraction process.

The mercury, which is burned off during the smelting process, released toxic chemicals into the air and waterways, where it might accumulate in fish and water, it said.

Greenpeace toxin-free water campaign manager Ahmad Ashov said the report showed that the government lacked in its efforts to control the use of toxic materials in industry.

“The government only controls the waste, when in fact it should ban the utilization of all hazardous substances,” Ashov told The Jakarta Post on Tuesday.

Ashov said that based on Greenpeace investigation, around 100,000 toxic materials were being used without being evaluated.

“Government Regulation No. 74/2001 on hazardous and toxic materials only regulates around 255 substances, when in fact there are actually a lot more substances being used out there,” he said. “Some of the substances that have not been regulated are nonylphenol ethoxylate and pthalate, which can cause reproductive disorders and cancer. These substances were found in Citarum River,” he said.

The two substances have been phased out of many products in the United States and Europe due to health risks, yet they are still widely use in Indonesia’s textile industry.

“The short-term impact of these hazardous chemicals are, for instance, skin diseases, which have infected residents of Majalaya, West Java. This could lead to skin cancer in the long run,” Ashov said, citing that health impacts on Jakarta residents had yet to be investigated.

Greenpeace forest political campaigner Teguh Surya said environmental destruction in Kalimantan had been so massive that the public could easily see the damage that had been done without an investigation being conducted.

“Air and water pollution in Kalimantan are not solely caused by mercury. Coal mining and oil palm plantations have significantly contributed to pollution in the area,” he said.

Meanwhile, deputy minister of pollution control MR Karliansyah said that major companies were not to blame for the pollution as they had followed the proper procedures for the processing of toxic waste.

He said that small companies could be blamed for the pollution.

“It is hard to force the small scale industry to comply with these regulations because most of them have no installation to process the waste. Also, 70 percent of the water pollution in Indonesia comes from domestic waste, which is still very hard to control,” Karliansyah said.

He said that the government had made plans to ban new chemical substances that were considered hazardous, to amend government regulation No. 74/2001.

Karliansyah shrugged off the new pollution report, saying that it might have exaggerated the problem.

“I think it is an exaggeration to put Citarum and Kalimantan alongside Chernobyl,” he said.

The list also includes Agbogbloshie in Ghana, the second-largest waste processing area in West Africa; Hazaribagh in Bangladesh —home to 95 percent of the country’s tanneries and Dzerzhinsk in Russia, which is the center of the country’s chemical manufacturing industry.

//

Source http://www.thejakartapost.com

 

6 Bintang Timnas U-19 Paling Menonjol saat Libas Korsel

Indonesia berhasil membungkan Korea Selatan 3-2 pada pertandingan terakhir penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (12/10/2013). Kemenangan Garuda Jaya berkat tiga gol yang diborong Evan Dimas.Dengan kemenangan ini, Indonesia meraih tiket putaran final Piala Asia U-19 yang akan berlangsung tahun depan di Myanmar, karena menjadi juara grup dengan raihan sembilan poin.

Sedangkan Korea, sang juara bertahan dan juga peraih 12 gelar event ini, hanya bisa berharap menjadi runner-up terbaik untuk menjadi pendamping tim Merah-Putih, karena hanya mengumpulkan enam poin.

Berdasarkan statistik dari Labbola, terdapat enam pemain timnas U-19 yang paling menononjol saat melibas Korsel.

Berikut enam pemain timnas paling menonjol:

Indonesia U-19 Name Success (%)
Most Interception=Muhammad Fatchu Rochman (8%)
Most Tackle = Putu Gede 9/14(64%)
Most Header = Putu Gede 13/14 (92%)
Most Passing= Evan Dimas 9/59(83%
Most Shooting= Evan Dimas 3/4(75%)
Most Crossing=Maldini Pali 2/4(50%)

(Sumber: KOMPAS.com)

National Batik Day

Setiap tanggal 2 Oktober, masyarakat memperingati hari Batik nasional. Batik, salah satu kekayaaan  budaya bangsa Indonesia, sejak tahun 2009 tepatnya ditanggal yang sama dengan hari ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dan diperingati diseluruh belahan dunia.

Jenis – Jenis Batik Nusantara

 Batik Aceh mengeluarkan warna-warna yang cenderung berani, merah, hijau, kuning, merah muda. Biasanya motif batik  Aceh yang tertera pada kain melambangkan falsafah hidup masyarakatnya. Motif pintu misalnya, menunjukkan ukuran tingi  pintu yang rendah.Motif tolak angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di setiap rumah adat, motif ini  mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerima perbedaan. Motif bunga jeumpa-bunga kantil, diambil  karena banyak terdapat di aceh. Kuatnya pengaruh islam juga turut mewarnai motif-motif batik diantaranya ragam hias  berbentuk sulur, melingkar, dan garis.

 

Batik Bengkulu kain Berusek memiliki motif khas yang bernuansa kaligrafi Jambi dan cirebon. Adopsi ini akhirnya membentuk sebuah desain batik Khas Bengkulu. Batik Kanganga memiliki motif khas yaitu berupa hhuruf asli Rejang. Kain besurek yang bertuliskan huruf arab yang dapat dibaca, kain ini sangat sakral, terutama pada pemakaian kaian upacara adat pengantin dann untuk menutupi mayat. Kain jenis ini biasanya berbentuk kerudung wanita calon pengantin yang digunakan untuk upacara ziarah ke makam para leluhhur. Kain jenis ini tidak boleh digunakan sembarangan.

 

 

 

 

 Batik Cirebon dicerebon terdapat batk pesisiran, batik Keraton, dan batik Trusmi. Warna kain secara garis besar cerah dan ceria – merah, pink, biru langit dan hijau puus. warna batik tradisional terpusat  pada tiga warna yaitu krem, hitam dan coklat. Batik keraton biasanya berwarna coklat soga atau keemasan.
Batik Pesisir dipengaruhi oleh budaya Cina. Motifnya lebih bebas, melambangkan kehidupan masyarakat pesisir yang egaliter. Motifnya banyak ditandai dengan gambar flora dan fauna seperti binatang laut dan darat, ikan, pepohonan, daun daunan. Batik Pesisiran : Batik bethetan Kedung Wuni Pekalongan, Motif Sarung Cirebonan, Bethetan Demak.
Batik keraton dipengaruhi oleh Hindu dan Islam. Motifnya cenderung berupa batu-batuan (wadas), kereta singa barong, naga seba, taman arum dan anyam alas. Batik Keratonan: Motif Ganggang .

Dua motif Cirebon yang terkenal adalah Corak Singa Wadas dan Mega Mendung. Motif Singa Wadas adalah corak resmi kesultanan Cirebon (Kasepuhan) yang memperlihatkan bentuk Singa Barong dari keraton Kasepuhan. Motif ini kental dengan warna coklat, hitam dan krem.
Motif Mega Mendung yang tidak ditemui di daerah lain, yaitu motif berbentuk awan yang bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama. Motif ini mendapat pengaruh dari keraton-keraton di Cirebon. Motif ini kaya akan warna merah, biru, violet, dan keemasan.

Animator Indonesia

Terpesona dengan The Amazing Spiderman, Avatar, aksi robot di Transformer dan baju besi Iron Man, atau mungkin menunggu peluncuran The Hobbit, kisah lanjutan Lord of The Rings? Daftar di atas hanya beberapa dari deretan film yang dihasilkan oleh tangan animator dari Indonesia!

Siapa saja mereka dan apa karyanya yang mendunia? 
Christiawan Lie
Biasa dipanggil Chris Lie, lulusan ITB dan peraih beasiswa full bright di Savannah College of Art
and Design, Amerika Serika ini menjadi salah satu animator di beberapa film terkenal seperti Transformer 3, GI Joe, dan Spiderman 4.
Selain animator, Chris Lie juga dikenal sebagai komikus hebat. Petualangannya di Amerika dimulai tahun 2005 saat mengikuti kompetisi action figure GI Joe. Karyanya terpilih sehingga dilibatkan  dalam pembuatan GI Joe Sigma 6. Sumbangsihnya untuk Indonesia  juga bisa dilihat pada komik Baratayuda yang meraih penghargaaan sebagai cerita dan komik anak terbaik di Anugerah  Komik Indonesia 2011. Sekarang ia mendirikan Caravan
Studio  di Indonesia.
 Rini Triyani Sugianto
Sejak kecil jadi penggemar komik Tintin hingga berlanjut ketika lulus dari Academy  of art University, San Fransisco,  ia dipercaya ikut terlibat dalam pembuatan The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn.
Dia juga mengerjakan film animasi lain seperti The Avenger. Berkat kepiawaiannya, ia ditarik oleh  Weta Digital,  rumah produksi yang menggarap  film Tintin. Perusahaan ini juga yang menggarap animasi film semacam Avatar, King Kong, Lords of The Ring, dan X-Men: First Class.
Saat ini, Rini sedang fokus dengan animasi pada film yang akan segera dirilis, The Hobbit.
 Andre Surya
Melalui kecerdasannya mengolah efek film, lulusan DKV Universitas Tarumanegara ini bisa ikut
 terlibat dalam film Star Trek, Terminator Salvation, Indian Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Iron Man 2,
hingga Transformers: Revenge of the Fallen.
Setelah berkecimpung di kancah global selama 10 tahun, kini ia kembali ke Jakarta mendirikan
studio Enspire Studio. Karya teranyarnya The Escape meraih Best short Competition-Award
of Merit di Amerika Serikat,  serta Best Short Animation pada festival film di Los Angeles.
Marsha Chikita Fawzi
Ingat Upin Ipin? Marsha Chikita Fawzi yang akrab dipanggil Kiki ini punya kiprah di dalamnya.
Sebagai putri bungsu pasangan Ikang Fawzi – Marissa Haque, awalnya ingin kuliah seni murni di ITB tetapi
ditentang orang tua,  sehingga beralih memilih Multimedia University di Malaysia.
Sekarang Kiki kembali ke Indonesia membuat perusahaan animasi. Ia berharap Indonesia akan
punya intelectual property (IP)yang sangat bercita rasa tanah air. Layaknya Upin-Ipin merupakan IP Malaysia karya Las’ Copaque Production.