Harga BBM Akan Turun lagi ?

Hari ini, 16 Januari  2015, pemerintah rencananya akan mengumunkan penurunan harga bahan bakar minyak bersubsidi / premium. Menko perekonomian Sofyan Djalil mengatakan bahwa kebijakan ini diambil mengingat harga minyak dunia terus mengalami penurunan signifikan. Saat ini, harga minyak dunia berada diangka u$ 45/barrel dan harga bbm munkin berada dikisaran Rp. 6.400 – 6.500/liter. Sementara itu, pihak pertamina menyatakan bahwa penurunan tidak mesti dilakukan sampai pada harga tersebut karena saat ini Pertamina tidak memiliki cadangan minyak sampai 22 hari kedepan.

Naik dan turunnya harga bahan bakar minyak bukan merupakan hal baru.  Pemerintahan sebelumnya juga pernah beberapa kali menurunkan dan menaikkan harga bbm dalam kurun waktu 10 tahun atau dua periode kepemimpinan. Saat ini, presiden Jokowi juga akan kembali menurunkan harga bahan bakar minyak. Sebelumnya, pemerintah menetapkan kenaikan bbm pada 17 november 2014 menjadi Rp. 8.500/liter. Kemudian, di 1 Januari 2015 pemerintah menurunkan harga bbm menjadi Rp. 7. 600/ liter dan Rp. 7.250/liter untuk solar. Yang membedakan cara menurunkan dan menaikan harga bbm di era SBY  dan Jokowi adalah pada tenggang waktunya. Pemerintahan Presiden Jokowi menaikkan dan menurunkan harga bbm dalam kurun waktu yang singkat. Hanya dalam hitungan bulan bahkan hitungan minggu.

Lalu bagaimana dengan keadaan harga sembako dan harga transportasi? Idealnya harga- harga baik itu barang, jasa maupun transportasi berbanding lurus dengan harga bbm. Saat bbm naik semua harga disegala sektor mengalami kenaikan yang signifikan dan saat harga bbm turun harga barang,jasa dan transportasi juga mestinya turun. Namun kenyataan dilapangan tidak demikian.

Saat menetapkan kebijakan untuk menurunkan harga bbm, pemerintah juga harus memperhatikan keadaan pasar dan mengambil kebijakan sebab walaupun bbm telah turun pada pedangan biasanya enggan untuk menurunkan harga barang. Melalui kemeterian terkait; kementerian perdagangan, perindustrian dan perhubungan harus menjadi keseimbangan harga barang, jasa dan transportasi pasca turunnya harga bbm. Sebab jika sektor ini tidak diperhatikan, maka masyarakat akan tercekik dengan tingginya harga di pasar juga biaya transportasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s