Tradisi Katolik

Pada kesempatan yang lalu telah dibahas hal tradisi mencelupkan ujung jari ke dalam air suci dan membuat tanda salib saat masuk gereja. Juga telah dibahas hal tradisi berlutut dengan kaki kanan untuk menghormati Sakramen Mahakudus dalam tabernakel dan juga berlutut dengan kaki kiri untuk menghormati uskup, kardinal dan Paus. Berikut ini akan dibahas tentang tradisi menyanyikan lagu pembuka, untuk mengiringi imam dan para pelayan yang berarak masuk gereja, menuju ke tempat suci yang disebut panti imam.

Saat Misa akan dimulai umat berdiri dan menyanyikan lagu pembuka. Lagu ini menyambut dan mengiringi prosesi imam sebagai pengganti Kristus, yang akan memimpin upacara kurban dan perjamuan Kristus. Imam masuk ke dalam gereja bersama pelayannya. Ada pelayan yang membawa lilin, ada yang membawa dupa yang mengepul. “Saat nyala api dan asap dupa masuk, paduan suara surgawi para malaikat pun bersama masuk ke panti imam yang suci; dan mereka akan membantu kita dalam beribadat. Mereka akan berdoa untuk kita dan bersama dengan kita.” (Driscoll 2004)

Terdengar sakral dan magis? Memang begitulah adanya. Pada kesempatan mengikuti Misa yang akan datang, berdiri dan bernyanyilah dengan sungguh-sungguh untuk menyambut imam kita. Imam adalah pengganti Kristus, yang–seperti Dia–telah diurapi, dan melalui tangannya yang suci, Kristus akan hadir dalam rupa roti dan anggur.

“Qui bene cantat bis orat – barangsiapa bernyanyi dengan baik berdoa dua kali.” (St. Agustinus)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s